Jakarta, 24 September 2026 – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan kemenangan menjadi target utama ketika skuad Garuda menghadapi Singapura pada pertandingan pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Premier Division. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 25 September 2026 pukul 20.00 WIB. Herdman menilai pertandingan pertama mempunyai arti penting dalam kompetisi berformat turnamen karena tiga poin dapat menjadi modal untuk menjalani laga berikutnya. Indonesia pun terus mematangkan persiapan menjelang pertemuan dengan Singapura.
Herdman menyebut salah satu pekerjaan pertama tim pelatih adalah kembali menyatukan para pemain dalam identitas permainan yang ingin diterapkan. Komposisi skuad Indonesia berasal dari pemain yang berkarier di berbagai klub sehingga waktu bersama tim nasional relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat proses membangun kembali pola permainan menjadi perhatian menjelang pertandingan. Setelah identitas tersebut terbentuk, Herdman ingin timnya menemukan cara paling efektif untuk mengamankan kemenangan.
Bagi Herdman, tiga poin menjadi prioritas karena Indonesia bermain dalam format turnamen dengan jadwal pertandingan yang relatif berdekatan. Setelah melawan Singapura, Garuda dijadwalkan menghadapi Malaysia pada 28 September dan Bangladesh pada 1 Oktober. Seluruh pertandingan Grup A dimainkan di SUGBK sehingga Indonesia mendapatkan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Hasil positif pada laga pertama dapat membantu Indonesia membangun momentum sebelum menghadapi dua pertandingan berikutnya.
Meski mengincar kemenangan, Herdman menyadari Singapura tidak dapat dipandang ringan. Ia sebelumnya menekankan bahwa persaingan sepak bola Asia Tenggara sangat kompetitif karena sejumlah tim mempunyai pemain yang sudah cukup lama bermain bersama di level internasional. Indonesia mempunyai kualitas individu dan kedalaman pemain, tetapi kebersamaan tim menjadi aspek yang tetap perlu dibangun. Karena itu, Garuda diarahkan menjalani turnamen secara bertahap dengan fokus terlebih dahulu pada pertandingan melawan Singapura.
Singapura sendiri datang dengan kemampuan yang berpotensi menyulitkan Indonesia, terutama melalui permainan transisi dan serangan balik. Tim tersebut juga mempunyai pengalaman kompetitif yang membuat lini pertahanan Garuda perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Indonesia diperkirakan akan mencoba mengendalikan penguasaan bola dan meningkatkan tekanan sejak awal, tetapi keseimbangan ketika kehilangan bola tetap menjadi perhatian. Kesalahan dalam transisi dapat memberikan ruang kepada pemain Singapura untuk melancarkan serangan cepat.
Persiapan Indonesia turut dipengaruhi absennya beberapa pemain. Kapten Jay Idzes tidak tersedia karena mengalami cedera paha, sementara Marselino Ferdinan juga masih menjalani pemulihan cedera lutut kiri. Herdman masih mempunyai sejumlah pilihan untuk mengisi sektor pertahanan, termasuk Kevin Diks, Rizky Ridho, Justin Hubner, dan Elkan Baggott. Kedalaman tersebut memberikan ruang bagi tim pelatih untuk menentukan kombinasi yang dianggap paling sesuai menghadapi karakter permainan Singapura.
Selain aspek teknis, Herdman menyoroti pentingnya dukungan suporter ketika Indonesia bermain di SUGBK. Ia ingin para pemain kembali menunjukkan identitas permainan sekaligus memahami bahwa mereka tampil membawa harapan pendukung Timnas Indonesia. Atmosfer pertandingan kandang diharapkan memberikan energi tambahan kepada skuad Garuda. Namun, dukungan tersebut juga harus diimbangi kemampuan pemain mengendalikan tekanan dan tetap menjalankan rencana permainan dengan disiplin.
Target Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berhenti pada fase grup. Herdman secara terbuka menyatakan optimistis timnya mempunyai kemampuan untuk bersaing memperebutkan gelar. Menurutnya, kualitas pemain yang tersedia memberikan peluang besar selama Indonesia mampu mempertahankan standar permainan secara konsisten. Ia menilai tantangan terbesar Garuda justru terletak pada kemampuan tim menjaga mentalitas, identitas, dan standar sendiri sepanjang turnamen.
Ambisi tersebut sejalan dengan target PSSI yang menginginkan Indonesia meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Herdman menyambut target itu sebagai kesempatan untuk menciptakan sejarah bersama skuad Garuda. Namun, pelatih asal Inggris tersebut tidak ingin tim terlalu jauh memikirkan pertandingan final sebelum menyelesaikan tantangan di fase grup. Pertandingan melawan Singapura menjadi ujian pertama untuk melihat sejauh mana persiapan dan identitas permainan Indonesia dapat diterapkan dalam situasi kompetitif.
Dengan laga pembuka semakin dekat, fokus Indonesia kini diarahkan sepenuhnya untuk mendapatkan tiga poin dari Singapura. Herdman menginginkan tim bermain dengan karakter yang jelas, mempertahankan standar permainan, dan mampu menemukan solusi ketika menghadapi situasi sulit di lapangan. Kemenangan akan memberikan awal positif sekaligus memperbesar peluang Indonesia dalam persaingan Grup A, meski hasil pertandingan tetap ditentukan oleh performa kedua tim di lapangan. Setelah menghadapi Singapura, Garuda akan mengalihkan perhatian kepada Malaysia sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh.




