Jakarta, 21 Oktober 2026 – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menjadi salah satu instrumen pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satu usaha yang merasakan manfaat dukungan pembiayaan tersebut adalah Ketoprak Ardi, bisnis kuliner tradisional yang berupaya mempertahankan keberlangsungan usaha dari generasi ke generasi. Melalui akses permodalan, pelaku usaha memiliki kesempatan memperkuat kegiatan operasional sekaligus mengembangkan kapasitas bisnisnya. Dukungan pembiayaan juga menjadi faktor penting bagi usaha kuliner yang harus menghadapi perubahan harga bahan baku dan persaingan pasar. Kisah Ketoprak Ardi memperlihatkan bagaimana usaha makanan sederhana dapat terus memiliki peluang berkembang apabila didukung pengelolaan yang baik dan akses keuangan yang memadai.
Ketoprak merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Hidangan berbahan dasar ketupat, tahu, bihun, tauge, dan saus kacang tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dengan harga yang relatif terjangkau. Bagi pelaku usaha seperti Ketoprak Ardi, mempertahankan kualitas rasa menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Konsistensi pelayanan juga dibutuhkan agar konsumen tetap memilih produk yang ditawarkan di tengah banyaknya pilihan makanan. Usaha kuliner tradisional menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitasnya sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan pasar. Karena itu, penguatan modal dan pengelolaan bisnis menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Dukungan KUR BRI memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan produktif usaha. Bagi bisnis makanan, kebutuhan modal dapat mencakup pembelian bahan baku, penambahan perlengkapan memasak, perbaikan fasilitas berjualan, hingga penguatan persediaan. Ketersediaan modal kerja membantu pelaku usaha mengatur pengeluaran operasional dengan lebih terencana. Pembiayaan yang tepat juga dapat mengurangi tekanan ketika terjadi peningkatan biaya produksi atau kebutuhan tambahan untuk melayani pelanggan. Namun, penggunaan dana pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan pembayaran dan kondisi keuangan usaha. Dengan perencanaan yang matang, akses pembiayaan dapat menjadi sarana untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Keberlangsungan Ketoprak Ardi dari satu generasi ke generasi berikutnya juga menunjukkan pentingnya proses regenerasi dalam usaha keluarga. Bisnis yang telah dikenal pelanggan membutuhkan kesinambungan pengelolaan agar kualitas produk dan pelayanan tetap terjaga. Generasi penerus memiliki tanggung jawab mempertahankan karakter usaha sekaligus menghadirkan pembaruan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pembaruan tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kebersihan tempat usaha, pengemasan produk, maupun penggunaan layanan pembayaran digital. Selain itu, pemasaran melalui media sosial dan platform pemesanan makanan dapat membuka kesempatan menjangkau pelanggan yang lebih luas. Perpaduan antara pengalaman generasi sebelumnya dan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu usaha tradisional tetap relevan.
BRI selama ini menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu fokus utama kegiatan bisnisnya. Melalui penyaluran KUR, bank tersebut berupaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan program. Kehadiran jaringan layanan yang menjangkau berbagai wilayah menjadi salah satu faktor pendukung dalam mempertemukan kebutuhan pembiayaan dengan pelaku usaha kecil. Selain akses kredit, literasi keuangan juga memiliki peran penting dalam membantu pengusaha mengelola pendapatan dan pengeluaran secara lebih tertib. Pelaku UMKM perlu memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha agar perkembangan bisnis dapat dipantau dengan lebih jelas. Pengelolaan yang disiplin dapat membantu memastikan pembiayaan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kegiatan produktif.
Bagi usaha kuliner seperti Ketoprak Ardi, tantangan bisnis tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga perubahan harga bahan baku dan kebiasaan konsumsi masyarakat. Harga kacang tanah, cabai, minyak goreng, serta bahan pelengkap lainnya dapat mengalami perubahan yang memengaruhi biaya produksi. Pelaku usaha harus mampu menyesuaikan strategi pengadaan bahan agar kualitas makanan tetap terjaga tanpa membebani konsumen secara berlebihan. Di sisi lain, persaingan dengan berbagai produk makanan modern menuntut pengusaha tradisional terus menjaga daya tarik produknya. Inovasi tidak selalu berarti mengubah resep utama, tetapi dapat dilakukan melalui peningkatan pelayanan dan kemudahan transaksi. Langkah-langkah tersebut membantu usaha mempertahankan pelanggan lama sekaligus menarik konsumen baru.
Keberadaan usaha kuliner tradisional juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya. Aktivitas penjualan makanan dapat menciptakan permintaan terhadap bahan baku dari pedagang pasar, pemasok sayuran, produsen tahu, dan pelaku usaha pendukung lainnya. Ketika sebuah usaha mampu mempertahankan kegiatan operasionalnya, hubungan ekonomi dengan berbagai pemasok juga berpotensi terus berlangsung. Pengembangan usaha bahkan dapat membuka kesempatan kerja tambahan apabila volume penjualan meningkat. Oleh karena itu, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan satu bisnis, tetapi juga penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Akses pembiayaan yang disertai pengelolaan usaha secara bertanggung jawab menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung manfaat tersebut.
Kisah Ketoprak Ardi menjadi gambaran mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan usaha kuliner tradisional melalui kombinasi pengalaman, kerja keras, dan dukungan permodalan. Program KUR BRI dapat membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan pembiayaan produktif sehingga memiliki ruang untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnisnya. Meski demikian, keberhasilan usaha tetap bergantung pada kemampuan pengelola menjaga kualitas produk, mengatur keuangan, dan memahami kebutuhan pelanggan. Regenerasi usaha juga perlu dilakukan secara terencana agar pengetahuan serta pengalaman bisnis tidak terputus. Dengan dukungan ekosistem pembiayaan yang tepat, usaha kuliner sederhana memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh di tengah perubahan ekonomi. Ketoprak Ardi pun menjadi contoh bagaimana makanan tradisional dapat tetap memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha bagi generasi berikutnya.




