Jakarta, 21 September 2026 – Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai menjalani proses pengecatan ulang dengan skema warna yang disesuaikan dengan standar kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan kapal sebelum nantinya memperkuat armada laut Indonesia setelah proses pengadaan dan penyesuaian selesai dilakukan. Warna serta sejumlah penanda pada badan kapal akan diselaraskan dengan identitas kapal perang yang digunakan TNI AL. Pekerjaan pengecatan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan dan penyesuaian berbagai bagian kapal untuk memastikan kesiapan operasionalnya. Proses tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam rencana Indonesia memperkuat kemampuan armada kapal perang berukuran besar.
Giuseppe Garibaldi sebelumnya merupakan kapal induk ringan yang dioperasikan Angkatan Laut Italia dan memiliki pengalaman operasional selama beberapa dekade. Kapal tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari operasi udara, pengangkutan personel, hingga mendukung operasi maritim dalam skala besar. Setelah tidak lagi menjadi bagian utama armada Italia, kapal tersebut masuk dalam pembahasan untuk dialihkan kepada Indonesia. Pemerintah Indonesia melihat platform kapal berukuran besar tersebut memiliki potensi untuk mendukung pengembangan kemampuan TNI AL. Namun, sebelum digunakan, kapal harus melalui berbagai tahapan teknis dan penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan operasional Indonesia.
Pengecatan ulang tidak hanya berkaitan dengan perubahan tampilan luar, tetapi menjadi bagian dari proses penyesuaian identitas kapal ketika memasuki armada baru. Kapal perang TNI AL memiliki standar penampilan, penomoran, dan berbagai tanda pengenal yang membedakannya dari kapal militer negara lain. Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap seiring pekerjaan lain yang diperlukan sebelum kapal dapat digunakan secara penuh. Pemeriksaan terhadap kondisi struktur, mesin, sistem navigasi, komunikasi, dan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dari proses persiapan. TNI AL perlu memastikan kapal tetap memenuhi persyaratan keselamatan dan kesiapan operasi setelah sebelumnya digunakan dalam waktu yang cukup panjang oleh Angkatan Laut Italia.
Kehadiran kapal sekelas Giuseppe Garibaldi berpotensi memberikan kemampuan tambahan bagi TNI AL dalam melaksanakan operasi maritim. Dengan dek penerbangan yang luas, kapal dapat mendukung pengoperasian helikopter serta berbagai kebutuhan penerbangan laut sesuai konfigurasi yang nantinya diterapkan Indonesia. Kapal berukuran besar juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, evakuasi, maupun pengiriman bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau. Karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat kemampuan membawa personel, peralatan, dan unsur udara dalam satu platform memiliki nilai strategis. Meski demikian, penggunaan kapal tersebut tetap membutuhkan dukungan logistik, pemeliharaan, serta kesiapan personel yang memadai.
TNI AL juga perlu mempersiapkan awak yang akan mengoperasikan kapal setelah seluruh proses pengadaan dan penyesuaian teknis diselesaikan. Pengoperasian kapal dengan ukuran dan karakteristik berbeda membutuhkan pelatihan khusus agar seluruh sistem dapat digunakan secara aman dan efektif. Kerja sama dengan pihak Italia dapat menjadi bagian penting dalam proses transfer pengetahuan mengenai pengoperasian, perawatan, serta karakteristik teknis kapal. Selain kesiapan awak, infrastruktur pendukung di pangkalan juga harus disesuaikan untuk menerima kapal dengan dimensi yang lebih besar dibandingkan sebagian kapal perang Indonesia. Seluruh faktor tersebut akan menentukan efektivitas kapal ketika nantinya resmi masuk dalam jajaran armada TNI AL.
Pengecatan Giuseppe Garibaldi sesuai standar KRI menjadi tanda semakin berjalannya tahapan persiapan kapal menuju penggunaan oleh Indonesia. Namun, perubahan tampilan merupakan satu bagian dari rangkaian pekerjaan yang lebih luas sebelum kapal dapat menjalankan tugas operasional. Pemeriksaan teknis, kesiapan awak, dukungan logistik, serta integrasi dengan sistem yang digunakan TNI AL tetap menjadi bagian penting yang harus diselesaikan. Kehadiran kapal tersebut nantinya diharapkan memperluas pilihan kemampuan TNI AL dalam menjalankan operasi militer maupun misi kemanusiaan di wilayah kepulauan Indonesia. Perkembangan proses penyesuaian kapal akan terus menjadi perhatian hingga seluruh tahapan selesai dan kapal siap memperkuat armada nasional.




