Jakarta, 29 September 2026 –
Zhang Ziyu menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian pada cabang bola basket putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Center tim nasional China tersebut memiliki tinggi badan mencapai 2,23 meter, membuatnya memiliki keunggulan postur yang sangat mencolok dibandingkan sebagian besar lawannya. Zhang lahir pada 2 Mei 2007 dan baru berusia 19 tahun ketika tampil pada Asian Games 2026. Keberadaannya di bawah ring membuat strategi pertahanan lawan harus disesuaikan secara khusus.
Postur luar biasa Zhang bukan muncul tanpa latar belakang keluarga yang dekat dengan bola basket. Ayahnya, Yuquan, merupakan mantan pemain profesional dengan tinggi sekitar 2,13 meter, sementara ibunya, Yu Ying, pernah menjadi pemain internasional China dan memiliki tinggi sekitar 1,98 meter. Zhang bahkan dilaporkan sudah memiliki tinggi sekitar 1,60 meter ketika baru berusia tujuh tahun. Bakatnya kemudian berkembang seiring keterlibatannya dalam kompetisi bola basket kelompok umur di China.
Nama Zhang mulai mendapatkan perhatian internasional ketika tampil pada FIBA U18 Women’s Asia Cup 2024. Ketika itu, ia terpilih sebagai pemain terbaik turnamen setelah membukukan rata-rata 35 poin dan 12,8 rebound per pertandingan. Performa tersebut membuat video permainannya tersebar luas karena Zhang dapat menerima bola dan menyelesaikan tembakan di sekitar ring dengan jangkauan yang sulit ditandingi lawan. Perjalanannya kemudian berlanjut hingga menembus tim nasional senior China dan bermain bersama Shandong di kompetisi domestik.
Sebelum Asian Games, Zhang juga tampil dalam FIBA Women’s Basketball World Cup 2026 di Berlin, Jerman. Dalam lima pertandingan, ia mencatat rata-rata 8,8 poin dan 5 rebound dengan waktu bermain yang relatif terbatas. Salah satu penampilannya yang mendapat perhatian besar terjadi ketika China menghadapi Amerika Serikat. Zhang mencetak 13 poin dan dua blok, sementara perbedaan posturnya dengan pemain-pemain Amerika Serikat menjadi perbincangan luas di media sosial.
Keunggulan Zhang kemudian turut dirasakan Indonesia di Asian Games 2026. Pada pertandingan Grup A, China mengalahkan Indonesia 110-41 dengan keberadaan Zhang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pertahanan Indonesia. Pelatih Indonesia, Gitautas Kievinas, mengatakan pemainnya kesulitan menghentikan Zhang ketika center China tersebut sudah menerima bola di area paint. Perbedaan postur sangat besar karena pemain tertinggi Indonesia dalam pertandingan itu berada di kisaran 1,85 hingga 1,86 meter.
Meski mempunyai keuntungan besar dari sisi tinggi badan, perkembangan Zhang tidak hanya berfokus pada pemanfaatan posturnya. Tim China memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisiknya, termasuk program latihan individual, pengaturan nutrisi, serta upaya mengurangi risiko cedera. Mobilitas menjadi salah satu aspek penting yang terus dikembangkan karena pemain setinggi Zhang menghadapi beban fisik berbeda dibandingkan pemain dengan postur lebih kecil. Di luar lapangan, ia juga harus beradaptasi dengan perhatian publik yang semakin besar seiring perkembangan karier internasionalnya.
China akhirnya meraih medali perunggu bola basket putri Asian Games 2026 setelah mengalahkan Chinese Taipei 77-64. Zhang menyumbangkan 14 poin dalam pertandingan perebutan medali tersebut, sementara China harus puas berada di posisi ketiga setelah sebelumnya datang dengan target medali emas. Bagi Zhang yang masih berusia 19 tahun, turnamen tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan awalnya bersama tim senior China. Dengan usia yang masih muda dan postur 2,23 meter, perkembangan teknik, kebugaran, dan mobilitasnya akan terus menjadi perhatian dalam perjalanan kariernya di level internasional.




