Jakarta, 26 September 2026 –
Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi Vina Panduwinata. Penyanyi senior yang telah lama mengenal Guruh melalui dunia musik itu mengungkapkan adanya penyesalan karena belum sempat memenuhi salah satu permintaan terakhir sang maestro sebelum meninggal dunia. Kenangan tersebut terasa semakin berat setelah Guruh mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Guruh meninggal dunia pada usia 73 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang memburuk.
Hubungan Vina dengan Guruh telah terjalin selama puluhan tahun melalui musik Indonesia. Guruh merupakan salah satu pencipta lagu yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan musikal Vina, termasuk lewat karya “Cinta Indonesia”. Pertemuan keduanya bukan sekadar hubungan antara penyanyi dan pencipta lagu, tetapi berkembang melalui kecintaan yang sama terhadap musik serta kebudayaan Indonesia. Karena kedekatan itulah, kepergian Guruh membawa kembali berbagai kenangan bagi Vina. Salah satunya berkaitan dengan permintaan Guruh yang belum sempat diwujudkannya hingga sang seniman berpulang.
Vina mengenang bahwa Guruh masih mempunyai keinginan untuk kembali mengerjakan sesuatu bersamanya. Namun, rencana tersebut belum berhasil direalisasikan karena berbagai kesibukan dan kondisi yang berkembang kemudian. Penyesalan pun muncul karena Vina tidak menyangka kesempatan untuk memenuhi permintaan tersebut akhirnya tidak datang lagi. Baginya, Guruh merupakan sosok dengan gagasan artistik yang kuat dan selalu memiliki perhatian besar terhadap identitas budaya Indonesia. Karena itu, setiap kesempatan bekerja bersama Guruh memiliki nilai tersendiri dalam perjalanan kariernya.
Kondisi kesehatan Guruh diketahui telah menurun dalam sekitar satu tahun terakhir. Sebelum menjalani perawatan di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, ia sempat dirawat selama sekitar empat minggu di RS Medistra Jakarta dan kondisinya sempat membaik. Kesehatannya kemudian kembali memburuk hingga membutuhkan perawatan intensif dan sempat berada dalam kondisi tidak sadar. Pihak keluarga memilih tidak mempublikasikan secara terperinci penyakit yang dialami Guruh dan meminta masyarakat menghormati privasi tersebut. Menjelang kepergiannya, keluarga juga terus meminta doa untuk kesembuhan sang budayawan.
Bagi Vina dan banyak musisi Indonesia, Guruh meninggalkan jejak yang jauh melampaui sejumlah lagu populer. Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati itu dikenal sebagai pencipta lagu, koreografer, penari, serta budayawan yang konsisten membawa unsur tradisi Indonesia ke dalam karya modern. Melalui berbagai karya dan aktivitas kesenian, Guruh berupaya membuat kekayaan budaya Nusantara tetap dekat dengan generasi baru. Ia juga dikenal melalui proyek Guruh Gipsy dan kelompok Swara Mahardhika yang menjadi bagian penting dalam perjalanan seni pertunjukan Indonesia. Jejak tersebut membuat kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi lingkungan seni nasional.
Penyesalan Vina sekaligus menggambarkan betapa berharganya kesempatan terakhir bersama seseorang yang memiliki hubungan panjang dengannya. Permintaan yang belum sempat diwujudkan kini menjadi bagian dari kenangan personal yang akan terus dibawanya. Meski demikian, hubungan kreatif antara Vina dan Guruh tetap dapat dikenang melalui karya-karya yang telah mereka hadirkan kepada masyarakat. Lagu-lagu tersebut menjadi dokumentasi dari sebuah periode penting musik Indonesia ketika unsur pop, tradisi, dan identitas nasional dipadukan dalam karya yang dapat diterima lintas generasi. Bagi Vina, warisan itulah yang membuat sosok Guruh akan terus hidup melalui karya.
Guruh Soekarnoputra berpulang setelah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk seni, budaya, dan kegiatan publik. Kepergiannya membuat banyak sahabat serta insan seni kembali mengenang pengalaman pribadi bersama dirinya, termasuk Vina yang menyimpan penyesalan karena sebuah permintaan belum sempat dipenuhi. Meski kesempatan tersebut telah berlalu, karya yang pernah mereka hasilkan tetap menjadi penghubung antara keduanya sekaligus bagian dari perjalanan musik Indonesia. Kenangan Vina terhadap Guruh pun tidak berhenti pada rasa kehilangan, tetapi juga pada penghargaan terhadap sosok yang konsisten memperjuangkan budaya Indonesia melalui seni. Warisan karya Guruh kini menjadi bagian penting yang akan terus dikenang setelah kepergiannya.




