Jakarta, 17 September 2026 – Cedera yang dialami kapten Timnas Indonesia Jay Idzes mendapat perhatian media Vietnam menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Bek tengah Sassuolo tersebut dipastikan tidak dapat memperkuat skuad Garuda setelah mengalami cedera otot paha depan atau quadriceps pada kaki kirinya. Kondisi itu terjadi ketika Idzes memperkuat Sassuolo menghadapi Juventus dalam lanjutan Serie A Italia. Pemeriksaan medis menunjukkan pemain berusia 26 tahun tersebut mengalami robekan otot tingkat sedang sehingga membutuhkan proses rehabilitasi. Masa pemulihannya diperkirakan berlangsung sekitar enam hingga delapan pekan. Situasi tersebut membuat Indonesia kehilangan salah satu pemain penting ketika turnamen regional dimulai pada akhir September.
Media Vietnam menilai absennya Idzes sebagai pukulan besar bagi Indonesia karena perannya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertahan. Pemain kelahiran Belanda tersebut juga dipercaya sebagai kapten dan menjadi salah satu figur penting dalam membangun organisasi permainan dari lini belakang. Kehadirannya memberikan pilihan bagi Indonesia untuk memainkan bola dari area pertahanan dengan lebih tenang karena kemampuan distribusi serta pengambilan keputusannya. Idzes juga memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang membuatnya terbiasa menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi. Kehilangan pemain dengan karakter tersebut membuat pelatih John Herdman harus melakukan penyesuaian terhadap komposisi pertahanan. Media Vietnam menilai perubahan itu dapat memengaruhi rencana Indonesia untuk menurunkan kekuatan terbaiknya.
Cedera Idzes terjadi ketika Sassuolo menghadapi Juventus pada 13 September. Ia tampil sejak menit pertama dan membantu Sassuolo sebelum akhirnya harus meninggalkan lapangan sekitar menit ke-80 karena mengalami masalah pada paha. Idzes kemudian digantikan Duje Caleta-Car untuk menyelesaikan pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-2 bagi Sassuolo. Pemeriksaan lanjutan memastikan adanya cedera pada otot quadriceps kaki kiri. Setelah diagnosis tersebut, Idzes langsung menjalani program rehabilitasi bersama tim medis klub. Perkiraan waktu pemulihan membuatnya tidak mungkin kembali tepat waktu untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup yang berlangsung mulai 25 September hingga 5 Oktober.
Kehilangan Idzes semakin terasa karena pemain tersebut telah menjadi pilihan reguler Timnas Indonesia sejak menjalani debut internasional pada Maret 2024. Ia mencatatkan 18 penampilan dan satu gol bersama skuad Garuda serta beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten. Idzes juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kemampuan membaca permainan, duel udara dan mengalirkan bola dari belakang membuatnya memiliki fungsi penting dalam skema pertahanan. Di level klub, Idzes juga menjadi starter dalam pertandingan awal Sassuolo pada musim Serie A 2026/2027. Konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan absennya sang bek mendapat perhatian besar menjelang turnamen regional.
Media Vietnam juga menyoroti kondisi sejumlah pemain Indonesia lainnya yang masih menghadapi masalah kebugaran. Marselino Ferdinan, Shayne Pattynama, Sandy Walsh dan Dony Tri Pamungkas termasuk nama yang disebut belum sepenuhnya terbebas dari persoalan cedera. Kondisi Mees Hilgers dan Miliano Jonathans juga menjadi perhatian karena keduanya masih menjalani proses pemulihan. Situasi tersebut membuat John Herdman harus mempertimbangkan kondisi fisik setiap pemain sebelum menentukan daftar akhir. Pelatih asal Inggris itu membutuhkan keseimbangan antara pemain berpengalaman dan mereka yang berada dalam kondisi terbaik. Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena turnamen memiliki jadwal pertandingan yang relatif padat.
Meski kehilangan Idzes, Indonesia masih memiliki sejumlah pilihan untuk mengisi posisi bek tengah. Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Jordi Amat dan Rizky Ridho merupakan beberapa pemain yang dapat menjadi alternatif di sektor pertahanan. Herdman dapat mengubah kombinasi pemain maupun struktur lini belakang sesuai kebutuhan menghadapi karakter lawan berbeda. Tantangannya bukan hanya mencari pengganti Idzes secara individual, tetapi juga membangun kembali komunikasi dan koordinasi pertahanan. Posisi kapten juga perlu dipertimbangkan karena Idzes selama ini menjadi salah satu pemimpin utama di lapangan. Persiapan menjelang pertandingan pertama menjadi periode penting bagi staf pelatih untuk menentukan kombinasi paling efektif.
Indonesia tergabung di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Singapura, Malaysia dan Bangladesh. Skuad Garuda dijadwalkan mengawali turnamen menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 September. Setelah itu, Indonesia akan menghadapi Malaysia pada 28 September sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober. Bermain di kandang memberikan keuntungan berupa dukungan suporter, tetapi pada saat yang sama meningkatkan ekspektasi terhadap performa tim. John Herdman sebelumnya menegaskan Indonesia ingin memberikan penampilan maksimal dalam turnamen tersebut. Cedera sejumlah pemain membuat persiapan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kedalaman skuad secara lebih serius.
Sorotan media Vietnam terhadap cedera Jay Idzes menunjukkan bahwa kondisi skuad Indonesia juga menjadi perhatian negara pesaing di kawasan Asia Tenggara. Absennya sang kapten memang mengurangi salah satu opsi utama di lini belakang, tetapi Indonesia masih memiliki sejumlah pemain yang dapat mengisi posisi tersebut. Herdman kini memiliki waktu terbatas untuk membangun kombinasi pertahanan sebelum pertandingan pertama dimulai. Kondisi pemain yang sebelumnya mengalami cedera juga akan menjadi faktor penting dalam penyusunan daftar akhir skuad. Indonesia membutuhkan organisasi pertahanan yang solid untuk melewati persaingan Grup A dan menjaga peluang melangkah lebih jauh. FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menjadi ujian terhadap kedalaman skuad Garuda ketika salah satu pemain utamanya harus menepi akibat cedera.







