Tangerang, 6 September 2026 – Aktivitas olahraga dan fashion dipadukan dalam Bohopanna Sports Day Hybrid 2026 yang digelar di KYZN BSD, Tangerang, Banten, Minggu. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada anak-anak dengan menggabungkan peragaan busana olahraga dan kesempatan mencoba sejumlah cabang olahraga dalam satu rangkaian acara. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan dengan pentingnya bergerak aktif, tetapi juga diberikan ruang untuk mengenali minat dan potensi yang mungkin dimiliki sejak usia dini. Pendekatan tersebut diharapkan membuat olahraga terasa lebih menyenangkan dan dekat dengan keseharian anak. Orang tua dan pelatih turut terlibat dalam mendampingi peserta ketika mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Melalui konsep tersebut, Sports Day Hybrid menjadi ruang bagi keluarga untuk melihat bagaimana anak merespons berbagai jenis aktivitas sebelum menentukan olahraga yang paling sesuai dengan ketertarikannya.
Rangkaian acara diawali dengan peragaan koleksi pakaian olahraga untuk anak berusia 4 hingga 14 tahun. Sejumlah model anak tampil menggunakan berbagai jenis outfit yang dirancang untuk menunjang aktivitas fisik sekaligus mempertahankan unsur gaya. Peragaan tersebut tidak hanya menampilkan variasi warna dan model, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pakaian olahraga anak dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai cabang olahraga. Kenyamanan menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian karena anak membutuhkan pakaian yang memberikan keleluasaan bergerak ketika beraktivitas. Co-Founder Bohopanna, Devy Natalia, menjelaskan peragaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan rentang koleksi, model, warna, dan penggunaan pakaian berdasarkan jenis olahraga. Konsep fashion akhirnya menjadi pintu masuk sebelum peserta beralih menuju kegiatan olahraga yang lebih aktif.
Koleksi yang diperkenalkan dalam acara tersebut dilengkapi sejumlah teknologi yang dirancang untuk mendukung aktivitas anak. Salah satunya Genuine Dry-fit Technology yang membantu mengelola penyerapan keringat ketika anak bergerak atau berolahraga. Fitur lain berupa UV Protection ditujukan untuk memberikan perlindungan tambahan ketika pakaian digunakan dalam aktivitas di bawah paparan sinar matahari. Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan bahwa pakaian olahraga tidak hanya berkaitan dengan desain atau tampilan visual, tetapi juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna ketika melakukan aktivitas fisik. Anak-anak yang aktif dapat menghasilkan lebih banyak keringat sehingga bahan yang nyaman menjadi faktor penting dalam memilih pakaian. Melalui peragaan busana tersebut, orang tua sekaligus mendapatkan gambaran mengenai pentingnya menyesuaikan pakaian dengan jenis dan intensitas aktivitas anak.
Setelah rangkaian fashion, kegiatan berlanjut menuju sejumlah kompetisi mini yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba berbagai cabang olahraga. Basket, sepak bola, tenis, hingga padel termasuk aktivitas yang diperkenalkan kepada anak-anak selama acara berlangsung. Setiap cabang memberikan pengalaman berbeda karena membutuhkan koordinasi, kecepatan, ketepatan, strategi, maupun kemampuan bekerja bersama orang lain. Anak tidak dituntut langsung menguasai olahraga tertentu, melainkan diberikan kesempatan mengenal dasar aktivitas melalui pengalaman secara langsung. Pendampingan dari orang tua dan pelatih membuat peserta dapat mencoba setiap kegiatan dengan suasana yang lebih santai. Dari pengalaman tersebut, ketertarikan anak terhadap olahraga tertentu dapat mulai terlihat dan kemudian dikembangkan lebih lanjut apabila memang sesuai dengan minatnya.
Kompetisi mini juga digunakan untuk mengenalkan makna persaingan sehat kepada anak sejak dini. Dalam olahraga, anak dapat belajar bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan karena proses berlatih, mengikuti aturan, menghargai lawan, dan menerima hasil pertandingan merupakan bagian yang sama pentingnya. Pengalaman menghadapi kemenangan maupun kekalahan dapat menjadi sarana untuk membangun kemampuan mengelola emosi. Anak juga belajar menyelesaikan tantangan ketika harus menghadapi peserta lain dengan kemampuan yang berbeda. Situasi tersebut memberikan pengalaman yang sulit diperoleh apabila aktivitas olahraga hanya dilakukan secara individual tanpa unsur permainan atau kompetisi. Dengan pendekatan yang sesuai usia, kompetisi dapat digunakan sebagai sarana pendidikan karakter tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada peserta.
Peran orang tua menjadi bagian penting dalam proses mengenali potensi olahraga anak. Tidak semua anak langsung mengetahui aktivitas yang paling disukainya sehingga kesempatan mencoba berbagai cabang dapat membantu memperluas pengalaman mereka. Orang tua dapat mengamati bagaimana anak berinteraksi dengan pelatih, mengikuti instruksi, menghadapi tantangan, dan menikmati aktivitas tertentu. Ketertarikan tersebut sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai tuntutan untuk menjadi atlet profesional karena tujuan awalnya adalah membangun kebiasaan bergerak aktif dan memberikan pengalaman positif. Apabila minat terlihat konsisten, anak kemudian dapat diarahkan mengikuti latihan yang lebih terstruktur sesuai usia dan kemampuan. Pendampingan yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kemampuan tanpa kehilangan kesenangan terhadap olahraga yang dipilihnya.
Konsep yang menggabungkan olahraga dan fashion juga menjadi salah satu cara membuat aktivitas fisik terasa lebih dekat dengan dunia anak. Pakaian yang nyaman dan disukai dapat meningkatkan kepercayaan diri ketika anak mengikuti kegiatan, meskipun hal tersebut tetap harus ditempatkan sebagai pendukung dan bukan tujuan utama olahraga. Fungsi pakaian tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas agar anak dapat bergerak dengan aman dan leluasa. Dalam kegiatan tertentu, perlengkapan tambahan juga dibutuhkan untuk mengurangi risiko cedera. Sepatu, pelindung, raket, bola, maupun peralatan lainnya perlu menyesuaikan jenis olahraga serta usia peserta. Kombinasi antara perlengkapan yang tepat, pendampingan pelatih, dan lingkungan yang menyenangkan dapat membuat pengalaman pertama anak terhadap sebuah olahraga menjadi lebih positif.
Pengenalan berbagai cabang olahraga sejak dini juga memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan aktivitas di luar olahraga yang selama ini paling populer. Sepak bola dan basket mungkin sudah cukup familiar, sementara tenis dan padel menawarkan karakter permainan yang berbeda. Kesempatan mencoba banyak aktivitas memungkinkan anak mengetahui bahwa olahraga mempunyai pilihan yang sangat luas. Sebagian anak mungkin lebih menikmati olahraga beregu karena menyukai interaksi dengan teman, sedangkan lainnya dapat lebih nyaman dengan cabang yang menekankan kemampuan individual. Perbedaan tersebut merupakan bagian alami dari proses menemukan minat. Karena itu, memberikan variasi aktivitas menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan sebelum anak diarahkan menjalani latihan lebih serius pada satu cabang tertentu.
Selain menggali potensi, kegiatan olahraga anak mempunyai manfaat yang lebih luas dalam membangun kebiasaan hidup aktif. Rutinitas bergerak dapat membantu mengurangi waktu sedentari yang semakin mudah terjadi ketika anak menghabiskan banyak waktu dengan perangkat digital. Olahraga juga memberikan ruang untuk berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya dan belajar bekerja sama melalui aktivitas nyata. Namun, intensitas latihan tetap perlu menyesuaikan usia, kondisi fisik, dan tahap perkembangan masing-masing anak. Istirahat yang cukup, asupan nutrisi, hidrasi, dan lingkungan latihan yang aman menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan olahraga. Pendekatan yang seimbang membuat olahraga dapat menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus membantu membangun kebiasaan yang dapat dipertahankan hingga anak bertambah dewasa.
Bohopanna Sports Day Hybrid 2026 pada akhirnya menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan olahraga kepada anak dengan menjadikan fashion sebagai bagian dari pengalaman tersebut. Peragaan pakaian olahraga memberikan gambaran mengenai kebutuhan kenyamanan ketika bergerak, sementara kompetisi mini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba basket, sepak bola, tenis, dan padel secara langsung. Kegiatan tersebut tidak diarahkan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi juga membuka ruang bagi anak mengenali aktivitas yang paling menarik bagi dirinya. Orang tua dapat memanfaatkan pengalaman tersebut untuk memahami minat anak tanpa harus terburu-buru menentukan cabang yang harus ditekuni. Ketika minat telah terlihat, pembinaan dapat dilakukan secara bertahap melalui latihan yang sesuai dengan usia dan kemampuan. Perpaduan olahraga, fashion, kompetisi, dan pendampingan keluarga tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu cara menumbuhkan kecintaan terhadap aktivitas fisik sekaligus membuka peluang munculnya potensi anak sejak dini.





