Yogyakarta, 16 Oktober 2026 – PSM Makassar berhasil meraih kemenangan penting setelah mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam lanjutan kompetisi Super League 2026-2027. Hasil tersebut menjadi pencapaian positif bagi tim berjuluk Juku Eja dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen sementara. Pertandingan berlangsung dengan persaingan ketat karena kedua tim sama-sama berusaha mengamankan tiga poin. PSIM yang tampil sebagai tuan rumah berupaya memanfaatkan dukungan pendukungnya untuk memberikan tekanan kepada tim tamu. Namun, PSM mampu menunjukkan efektivitas permainan yang lebih baik hingga memastikan kemenangan dengan selisih satu gol.
Kemenangan PSM Makassar menjadi sorotan karena pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta merupakan salah satu ujian penting dalam perjalanan mereka musim ini. Kedua tim memiliki kepentingan besar untuk memperoleh hasil maksimal demi menjaga persaingan di papan klasemen. PSIM berusaha mempertahankan performa ketika bermain di kandang, sedangkan PSM datang dengan ambisi membawa pulang poin penuh. Pertemuan tersebut memperlihatkan pentingnya disiplin permainan dan kemampuan memanfaatkan peluang dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Selisih satu gol pada hasil akhir juga menunjukkan bahwa persaingan kedua kesebelasan tidak berlangsung mudah. PSM akhirnya mampu mengamankan hasil yang mereka butuhkan untuk melanjutkan kompetisi dengan kepercayaan diri lebih tinggi.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat sore tersebut dimulai dengan tempo cukup tinggi. PSM Makassar berusaha mengambil inisiatif serangan melalui pergerakan para pemain depan, sementara PSIM Yogyakarta mencoba membangun serangan dari kedua sisi lapangan. Luka Bulatovic sempat memperoleh kesempatan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar. Peluang lainnya didapat Lars Veldwijk setelah menerima umpan terobosan yang membawanya berhadapan dengan penjaga gawang. Sayangnya, penyelesaian akhir Veldwijk belum menemui sasaran sehingga kedudukan tetap tanpa gol.
PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam dan mulai meningkatkan intensitas serangan menjelang akhir babak pertama. Ezequiel Vidal sempat memberikan ancaman melalui tendangan bebas dari sudut sempit yang berhasil diantisipasi kiper PSM, Muhammad Ardiansyah. Di sisi lain, Fahrul Aditia hampir membuka keunggulan bagi tim tamu melalui sundulan setelah menerima umpan silang dari sektor kiri. Namun, bola masih melenceng dari sasaran dan gagal menghasilkan gol pembuka. Kedua tim terus berusaha menemukan celah pertahanan lawan hingga waktu babak pertama berakhir. Skor 0-0 bertahan saat para pemain memasuki ruang ganti.
Memasuki babak kedua, PSM Makassar menunjukkan permainan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50 ketika Fahrul Aditia berhasil mencetak gol pembuka bagi Juku Eja. Gol tersebut bermula dari umpan terobosan Luka Bulatovic yang berhasil membelah pertahanan PSIM Yogyakarta. Fahrul yang berada dalam posisi menguntungkan kemudian melepaskan tembakan mendatar untuk menaklukkan penjaga gawang Cahya Supriadi. Keunggulan 1-0 membuat PSM semakin percaya diri dalam mengembangkan permainan. Sementara itu, PSIM harus meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan di hadapan pendukungnya.
PSM Makassar kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-66 melalui gol yang dicetak Stefan Jevtoski. Serangan dari sisi kiri menghasilkan umpan silang Rizky Eka Pratama menuju area kotak penalti PSIM. Jevtoski berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melepaskan tembakan kaki kanan yang tidak mampu dihentikan Cahya Supriadi. Gol kedua membuat PSM unggul 2-0 dan berada dalam posisi lebih nyaman untuk mengendalikan pertandingan. Meski tertinggal dua gol, PSIM tetap berusaha membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan pemain sayap. Tuan rumah terus mencari kesempatan untuk memperkecil selisih sebelum pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Situasi pertandingan berubah drastis ketika kapten PSM Makassar, Dusan Lagator, melakukan pelanggaran terhadap Nermin Haljeta di dalam kotak penalti. Wasit kemudian memberikan kartu merah kepada Lagator sehingga Juku Eja harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. PSIM Yogyakarta juga memperoleh hadiah penalti yang menjadi kesempatan penting untuk memperkecil ketertinggalan. Ze Valente yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-82. Tendangan kaki kirinya mengecoh Muhammad Ardiansyah dan mengubah kedudukan menjadi 1-2. Gol tersebut membangkitkan semangat PSIM untuk mengejar hasil imbang dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Setelah memperkecil ketertinggalan, PSIM Yogyakarta meningkatkan intensitas serangan dan berusaha menekan pertahanan PSM Makassar. Para pemain tuan rumah lebih sering menguasai bola serta mengirimkan umpan ke area pertahanan lawan. Ezequiel Vidal sempat memperoleh peluang melalui sundulan setelah menyambut sepak pojok Ze Valente, tetapi bola masih melambung di atas gawang. PSM yang bermain dengan sepuluh pemain memilih memperkuat organisasi pertahanan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Disiplin para pemain belakang menjadi faktor penting dalam mempertahankan keunggulan pada menit-menit terakhir. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 untuk kemenangan PSM Makassar tidak mengalami perubahan.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama PSM Makassar dalam lima pertandingan awal Super League 2026-2027. Tim asuhan Darije Kalezic sebelumnya mengalami dua kekalahan dan dua hasil imbang sehingga kemenangan atas PSIM memberikan tambahan tiga poin yang sangat dibutuhkan. Dengan hasil ini, PSM naik ke peringkat ke-12 klasemen sementara dengan koleksi lima poin. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta masih berada di zona degradasi pada posisi ke-16 dengan raihan satu poin dari lima pertandingan. Tim asuhan Jean Paul van Gastel harus segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki efektivitas serangan dan hasil pertandingan berikutnya. Bagi PSM, kemenangan meskipun harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain menjadi modal penting untuk membangun momentum positif dalam persaingan Super League musim ini.




