Jakarta, 19 September 2026 – Polisi menangkap seorang pria berinisial RS atau R (44) yang diduga menendang seorang perempuan hingga tersungkur di area food court Mal Senayan City, Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan setelah rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan kejadian tersebut beredar luas di media sosial dan mendapat perhatian publik. Tim Opsnal Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan pria tersebut di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 03.55 WIB. Setelah diamankan, pria itu dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Polisi hingga kini masih mendalami kronologi lengkap dan motif di balik dugaan penganiayaan tersebut. Sejumlah barang bukti dan keterangan saksi juga dikumpulkan untuk memperjelas rangkaian kejadian.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi viral setelah rekaman CCTV dari sebuah gerai makanan tersebar di media sosial. Dalam rekaman terlihat seorang perempuan berbaju putih sedang berdiri mengantre makanan. Seorang pria berbaju hitam tampak duduk tidak jauh di belakang perempuan tersebut sambil menyantap makanan. Pria itu kemudian terlihat tiba-tiba menendang korban dari arah belakang hingga korban kehilangan keseimbangan dan tersungkur. Rekaman tersebut dengan cepat mengundang perhatian karena tindakan itu terlihat terjadi tanpa adanya pertengkaran yang terekam sebelumnya. Polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan setelah mengetahui video yang beredar tersebut.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo sebelumnya menyatakan petugas telah melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara setelah mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengetahui rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pria yang terekam dalam video. Petugas kemudian menghubungi pihak yang berkaitan dengan korban dan meminta agar peristiwa tersebut dilaporkan. Pada tahap awal, korban disebut belum dapat membuat laporan karena masih mengalami syok dan trauma. Penyelidikan tetap dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari lokasi dan pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut. Rekaman CCTV kemudian menjadi salah satu bahan penting yang digunakan untuk menelusuri identitas terduga pelaku.
Hasil penyelidikan selanjutnya mengarah kepada pria berusia 44 tahun tersebut. Polisi melakukan analisis terhadap CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pihak yang berada di sekitar area food court. Setelah identitas dan keberadaannya diketahui, petugas bergerak menuju kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Pria tersebut akhirnya diamankan pada Jumat dini hari tanpa menunggu perkara berkembang lebih jauh. Dalam rekaman penangkapan yang beredar, pria itu sempat mempertanyakan tindakan petugas ketika diperlihatkan video kejadian yang diduga melibatkannya. Polisi kemudian membawanya ke kantor untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Polda Metro Jaya menegaskan motif di balik tindakan tersebut masih dalam proses pendalaman. Kasubdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan penyidik masih mengumpulkan barang bukti sekaligus memeriksa rangkaian kejadian. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai alasan pria tersebut diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Karena pemeriksaan masih berjalan, masyarakat diminta tidak membangun spekulasi mengenai motif maupun latar belakang kejadian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut dapat disampaikan kepada kepolisian untuk membantu proses penyidikan.
Polisi juga meluruskan sejumlah spekulasi mengenai latar belakang pria yang beredar setelah video menjadi viral. Polda Metro Jaya menyatakan RS merupakan pekerja swasta dan berdasarkan keterangan kepolisian tidak terafiliasi dengan partai politik maupun organisasi tertentu. Penegasan tersebut disampaikan setelah berbagai narasi mengenai identitas pria itu berkembang di media sosial. Aparat memilih memusatkan pemeriksaan pada tindakan yang terekam CCTV serta motif di balik kejadian. Penyidik juga terus mencocokkan keterangan para pihak dengan barang bukti yang telah diperoleh. Status hukum dan konstruksi perkara akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta bukti yang dikumpulkan penyidik.
Sementara itu, korban dilaporkan masih mengalami syok dan trauma setelah kejadian. Polisi telah meminta keterangannya untuk mengetahui rangkaian peristiwa dari sudut pandang korban. Polda Metro Jaya juga memberikan pendampingan dan trauma healing sebagai bagian dari penanganan perkara. Kondisi fisik korban turut didalami untuk memastikan apakah terdapat luka atau cedera akibat tendangan tersebut. Apabila ditemukan indikasi cedera, pemeriksaan medis dapat menjadi bagian dari proses pembuktian perkara. Pendampingan dinilai penting mengingat tindakan tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika korban sedang melakukan aktivitas di ruang publik.
Manajemen Senayan City sebelumnya turut menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang dialami pengunjung tersebut. Pengelola mal menyatakan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung menjadi perhatian serta menyatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. Manajemen juga menyampaikan simpati kepada korban dan menghormati privasi semua pihak yang terlibat. Pernyataan tersebut muncul ketika kepolisian masih melakukan pengecekan awal terhadap lokasi dan rekaman kamera pengawas. Dukungan dari pengelola lokasi diperlukan karena rekaman CCTV dan informasi dari orang-orang di sekitar tempat kejadian dapat membantu penyidik menyusun kronologi. Polisi selanjutnya mengambil alih penanganan perkara untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur.
Penangkapan pria tersebut kini membuat penyelidikan memasuki tahap pemeriksaan yang lebih mendalam. Polisi masih harus mengungkap motif serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa sebelum mengambil langkah hukum berikutnya. Keterangan korban, saksi, rekaman CCTV dan pemeriksaan terhadap pria yang diamankan akan menjadi bagian penting dalam menentukan konstruksi perkara. Polda Metro Jaya juga meminta publik menunggu hasil penyidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Kasus ini sebelumnya menarik perhatian luas karena tindakan kekerasan terjadi secara tiba-tiba di tengah aktivitas pengunjung pusat perbelanjaan. Dengan terduga pelaku telah diamankan, fokus penyidik kini diarahkan pada pembuktian dugaan penganiayaan dan alasan di balik tindakan yang terekam kamera tersebut.





