Jakarta, 29 Agustus 2026 – Sedan listrik premium BYD Yangwang U7 mencatat hasil menarik dalam uji ketahanan ekstrem setelah menempuh jarak 30.000 kilometer hanya dalam waktu 8 hari, 19 jam, dan 58 menit. Selama pengujian tersebut, kendaraan juga menjalani lebih dari 350 kali pengisian daya cepat atau flash charging. Hasil pemeriksaan setelah seluruh rangkaian pengujian menunjukkan kapasitas baterai masih bertahan pada angka 98,7 persen dari kondisi awal. Dengan demikian, penurunan kapasitas yang tercatat hanya sekitar 1,3 persen meski mobil digunakan dalam kondisi yang sangat berat. Pengujian tersebut menjadi perhatian karena dilakukan pada mobil produksi standar yang disebut dipilih secara acak dari jaringan penjualan, bukan kendaraan prototipe atau unit yang telah dimodifikasi khusus.
Uji ketahanan itu berlangsung di Nanning, China, dengan kondisi lingkungan yang memberikan beban tinggi terhadap kendaraan listrik. Suhu rata-rata selama pengujian berada di atas 36 derajat Celsius, sementara kelembapan relatif mencapai sekitar 80 persen. Dalam perjalanan tersebut, Yangwang U7 disebut mempertahankan kecepatan jelajah hingga 240 kilometer per jam, sedangkan sistem pendingin kabin terus bekerja pada suhu 24 derajat Celsius. Kombinasi kecepatan tinggi, temperatur panas, kelembapan tinggi, serta penggunaan pendingin kabin secara terus-menerus membuat pengujian tersebut dirancang untuk memberikan tekanan besar terhadap sistem kendaraan. Kondisi tersebut juga membuat hasil ketahanan baterai menjadi salah satu bagian paling menarik dari pengujian yang dilakukan BYD melalui merek premiumnya, Yangwang.
Yangwang U7 merupakan model pertama BYD yang menggunakan teknologi Blade Battery 2.0. Selama pengujian, baterai tidak hanya dipakai untuk perjalanan dengan jarak sangat panjang, tetapi juga mengalami lebih dari 350 siklus pengisian cepat. Penggunaan flash charging dalam jumlah besar menjadi faktor penting karena pengisian berulang dengan kecepatan tinggi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi sistem manajemen baterai dan pengendalian temperatur. Namun, berdasarkan hasil yang diumumkan perusahaan, kondisi baterai setelah pengujian masih menunjukkan tingkat retensi kapasitas 98,7 persen. Angka tersebut berarti kehilangan kapasitas yang terukur berada pada kisaran 1,3 persen setelah kendaraan menjalani kombinasi perjalanan ekstrem dan pengisian cepat dalam waktu kurang dari sembilan hari.
Pihak Yangwang juga menekankan bahwa kendaraan yang digunakan bukan merupakan unit khusus yang disiapkan untuk menciptakan hasil pengujian tertentu. General Manager Yangwang Hu Xiaoqing menyatakan unit tersebut merupakan mobil produksi standar yang dipilih secara acak dari sebuah gerai ritel. Perusahaan menyebut kendaraan itu bukan mobil konsep, bukan kendaraan dengan penyetelan khusus, dan bukan unit yang telah dimodifikasi untuk keperluan pengujian. Yangwang bahkan menyatakan terbuka terhadap proses verifikasi dan pengujian yang dilakukan lembaga independen maupun pihak lain. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menunjukkan bahwa hasil pengujian dapat merepresentasikan kemampuan kendaraan produksi yang tersedia di pasar.
Pengujian 30.000 kilometer tersebut juga berlangsung ketika China tengah memperketat persyaratan keandalan kendaraan energi baru. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menerbitkan aturan baru pada Januari 2026 yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Dalam ketentuan tersebut, kendaraan konvensional diwajibkan menjalani verifikasi keandalan dengan jarak sekurang-kurangnya 30.000 kilometer, sementara standar pengujian untuk kendaraan energi baru juga semakin diarahkan pada jarak tempuh yang lebih panjang. Perubahan regulasi itu mencerminkan meningkatnya tuntutan terhadap ketahanan kendaraan listrik seiring pertumbuhan industri kendaraan energi baru di China. Karena itu, pengujian yang dilakukan Yangwang U7 juga berlangsung dalam konteks persaingan industri yang semakin menekankan aspek keandalan, bukan hanya performa dan teknologi.
BYD menyebut pengujian U7 tidak berhenti pada satu unit kendaraan saja. Sebelum model tersebut dipasarkan, Yangwang telah mengerahkan sebanyak 758 kendaraan uji dengan akumulasi jarak tempuh nyata mencapai sekitar 10,49 juta kilometer. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan U7 dilakukan melalui rangkaian pengujian yang cukup luas sebelum kendaraan diperkenalkan kepada konsumen. Pengujian dengan jarak puluhan ribu kilometer menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang mungkin muncul ketika kendaraan digunakan dalam kondisi ekstrem. Selain baterai, proses tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai ketahanan berbagai sistem kendaraan ketika digunakan dalam intensitas tinggi.
Hasil pengujian tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai perkembangan teknologi baterai pada kendaraan listrik premium. Baterai menjadi salah satu komponen paling penting dalam menentukan umur penggunaan mobil listrik karena kapasitasnya berpengaruh langsung terhadap jarak tempuh dan nilai kendaraan dalam jangka panjang. Penurunan sebesar 1,3 persen dalam pengujian ini terlihat kecil, tetapi angka tersebut tetap perlu dipahami sebagai hasil dari satu rangkaian pengujian yang dilakukan dalam kondisi tertentu. Performa baterai dalam penggunaan sehari-hari dapat berbeda karena dipengaruhi pola pengisian, temperatur, jarak tempuh, gaya berkendara, serta kondisi lingkungan. Karena itu, hasil pengujian tersebut lebih tepat dipandang sebagai indikator ketahanan dalam skenario ekstrem, bukan sebagai jaminan bahwa seluruh kendaraan akan mengalami tingkat degradasi yang sama.
Capaian Yangwang U7 pada akhirnya menempatkan ketahanan baterai sebagai salah satu aspek yang kembali mendapat perhatian dalam perkembangan mobil listrik. Menempuh 30.000 kilometer dalam waktu kurang dari sembilan hari dengan lebih dari 350 kali pengisian cepat merupakan rangkaian pengujian yang jauh lebih intensif dibanding penggunaan kendaraan harian pada umumnya. Setelah seluruh proses tersebut, baterai masih mempertahankan 98,7 persen kapasitas berdasarkan hasil yang diumumkan perusahaan. Hasil itu menjadi modal bagi Yangwang untuk menunjukkan kemampuan teknologi Blade Battery 2.0 sekaligus merespons tuntutan industri otomotif China yang semakin tinggi terhadap aspek reliabilitas. Ke depan, konsistensi hasil tersebut dalam penggunaan jangka panjang dan pengujian independen akan menjadi faktor penting untuk melihat seberapa jauh teknologi baterai tersebut mampu mempertahankan performanya ketika digunakan oleh konsumen dalam kondisi nyata.




