Jakarta, 30 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, besok. Kehadiran Presiden menjadi salah satu agenda yang dinantikan dalam rangkaian forum tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam tersebut. Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting bagi organisasi untuk membahas berbagai persoalan internal sekaligus merumuskan arah gerakan NU dalam menghadapi perkembangan masyarakat. Penutupan muktamar juga akan menjadi bagian akhir dari rangkaian pembahasan dan agenda organisasi yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Muktamar ke-35 NU digelar di Kabupaten Jombang, daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama. Jombang dikenal sebagai salah satu basis penting tradisi pesantren dan menjadi tempat lahirnya sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan NU. Penyelenggaraan muktamar di wilayah tersebut memberikan nuansa tersendiri karena forum organisasi berlangsung di lingkungan yang memiliki akar sejarah kuat bagi Nahdlatul Ulama. Para peserta muktamar datang dari berbagai daerah untuk mengikuti pembahasan dan menentukan arah organisasi untuk periode berikutnya.
Agenda muktamar tidak hanya berkaitan dengan pemilihan kepemimpinan, tetapi juga membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan. NU sebagai organisasi dengan jaringan yang luas memiliki peran besar dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Karena itu, keputusan yang dihasilkan dalam muktamar dapat menjadi pedoman bagi pengurus dan warga NU dalam menjalankan program organisasi ke depan. Pembahasan berbagai isu tersebut juga menjadi kesempatan bagi NU untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun strategi menghadapi tantangan baru.
Kehadiran Prabowo dalam penutupan muktamar juga mencerminkan hubungan komunikasi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan. NU memiliki jumlah warga yang besar dan jaringan kelembagaan yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Pemerintah membutuhkan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjalankan program pembangunan dan menjaga stabilitas sosial. Dalam konteks tersebut, pertemuan antara Presiden dan jajaran pimpinan NU dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi mengenai berbagai agenda kebangsaan.
Muktamar juga menjadi forum bagi para ulama, pengurus, dan peserta dari berbagai wilayah untuk menyampaikan pandangan mengenai kondisi bangsa. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat menjadi bahan pembahasan dalam forum tersebut, termasuk masalah pendidikan, kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, hingga penguatan kehidupan keagamaan. Pandangan dari berbagai daerah dapat memperkaya rumusan keputusan karena setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Hasil pembahasan kemudian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu perhatian dalam forum organisasi adalah bagaimana NU dapat mempertahankan peran sosialnya di tengah perubahan zaman. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas ekonomi. Perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran informasi yang tidak benar, perubahan pola interaksi sosial, serta kebutuhan peningkatan kemampuan digital. NU perlu memastikan jaringan pendidikan, pesantren, dan lembaga sosialnya dapat beradaptasi dengan perkembangan tersebut tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar organisasi.
Hubungan antara pemerintah dan organisasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan nasional. Pemerintah memiliki berbagai program yang membutuhkan partisipasi masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan secara efektif di tingkat bawah. Organisasi seperti NU memiliki jaringan hingga ke berbagai daerah sehingga dapat menjadi mitra dalam menyampaikan program sekaligus menerima masukan dari masyarakat. Komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan organisasi masyarakat dapat membantu mengidentifikasi persoalan yang muncul dalam pelaksanaan kebijakan.
Dalam kesempatan penutupan nanti, Prabowo juga berpotensi menyampaikan pandangan mengenai berbagai agenda nasional yang sedang dijalankan pemerintah. Isu pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan, penguatan sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari agenda pemerintah yang membutuhkan dukungan berbagai kelompok masyarakat. Penyampaian pesan tersebut dapat menjadi ruang bagi Presiden untuk menjelaskan arah kebijakan sekaligus mendengarkan aspirasi yang berkembang di lingkungan NU. Pertemuan dengan tokoh agama dan peserta muktamar juga dapat memperkuat komunikasi mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.
Muktamar ke-35 NU memiliki arti penting bagi organisasi karena keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar perjalanan NU dalam periode mendatang. Kepemimpinan baru, jika terdapat perubahan dalam struktur organisasi, akan menghadapi tantangan untuk menjaga konsolidasi internal sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam kehidupan nasional. Pengurus juga harus mampu merespons perubahan sosial yang berlangsung cepat tanpa mengabaikan karakter dan tradisi organisasi. Karena itu, keputusan muktamar tidak hanya dinilai dari proses pelaksanaannya, tetapi juga dari kemampuan organisasi menjalankan hasil keputusan tersebut setelah forum berakhir.
Jombang sebagai lokasi pelaksanaan muktamar turut mendapatkan perhatian dari sisi kesiapan daerah. Kehadiran ribuan peserta dan tamu membutuhkan dukungan transportasi, pengamanan, akomodasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah daerah bersama panitia harus memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan memberikan kenyamanan kepada peserta. Aktivitas muktamar juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena meningkatnya kebutuhan terhadap penginapan, makanan, transportasi, dan berbagai layanan selama kegiatan berlangsung.
Selain menjadi forum internal organisasi, muktamar juga menjadi momentum memperkuat nilai kebangsaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan NU. Organisasi tersebut memiliki sejarah panjang dalam mendorong kehidupan beragama yang berdampingan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan demokratis. Dalam menghadapi berbagai perbedaan pandangan di tengah masyarakat, pesan mengenai persatuan dan toleransi tetap menjadi penting. Forum muktamar dapat menjadi ruang untuk merumuskan respons organisasi terhadap berbagai persoalan kebangsaan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara luas.
Kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan juga akan menjadi perhatian karena pertemuan tersebut berlangsung ketika pemerintah sedang menjalankan berbagai agenda pembangunan. Pemerintah membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk memastikan berbagai kebijakan dapat diterapkan secara efektif. Di sisi lain, organisasi masyarakat memiliki fungsi penting dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Hubungan yang sehat antara keduanya dapat membantu menciptakan ruang dialog yang konstruktif serta memperkuat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat masyarakat.
Bagi NU, hasil muktamar akan menjadi pijakan untuk menentukan program organisasi dalam beberapa tahun ke depan. Penguatan pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi warga, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan peran generasi muda dapat menjadi bagian dari agenda yang perlu diperhatikan. Tantangan organisasi juga semakin kompleks karena perubahan teknologi dan kondisi sosial bergerak cepat. Kemampuan NU menjaga konsolidasi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan baru akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kontribusinya di tengah masyarakat.
Penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang besok dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjadi momentum yang mempertemukan agenda organisasi dengan kepentingan kebangsaan. Rangkaian pembahasan yang telah berlangsung akan mencapai tahap akhir dan menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi perjalanan NU ke depan. Pada saat yang sama, kehadiran Presiden dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan jaringan masyarakat yang berada di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan semangat dialog dan kerja sama, hasil muktamar diharapkan mampu memperkuat kontribusi NU dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi, serta pembangunan nasional.




